Pemetaan Kebutuhan Pembelajaran Digital Materi Cuaca pada Sekolah Dasar: Perspektif Guru dan Peserta Didik Kelas III
Kata Kunci:
analisis kebutuhan, pembelajaran digital;, materi cuaca, storytelling;, sekolah dasarAbstrak
Pembelajaran materi cuaca di sekolah dasar memiliki kedekatan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, tetapi kedekatan tersebut belum selalu diikuti pemahaman konsep memadai. Peserta didik masih kesulitan membedakan jenis cuaca, menjelaskan ciri-cirinya, dan memahami perubahannya. Penelitian ini bertujuan memetakan kebutuhan pembelajaran digital pada materi cuaca berdasarkan perspektif guru dan peserta didik kelas III sekolah dasar sebagai dasar perancangan media pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan melibatkan seorang guru kelas III dan 22 peserta didik kelas III SD Global Maju Khatulistiwa. Data diperoleh melalui wawancara guru dan angket kebutuhan peserta didik. Angket terdiri atas 10 pernyataan dengan skala Likert empat tingkat yang mencakup minat belajar, pemahaman materi cuaca, pengalaman menggunakan media digital, ketertarikan terhadap media visual-interaktif, dan kebutuhan terhadap media berbasis storytelling. Uji instrumen menunjukkan seluruh butir valid (koefisien korelasi 0,656–0,907) dan reliabel (Cronbach's Alpha 0,932). Hasil pemetaan menunjukkan bahwa pembelajaran masih didominasi penjelasan guru, tanya jawab, latihan, buku, gambar, dan papan tulis, sedangkan penggunaan video belum dilakukan secara konsisten. Peserta didik mengalami kesulitan terutama dalam membedakan jenis cuaca serta menjelaskan ciri dan perubahannya. Rata-rata skor per aspek: minat belajar 3,59; penggunaan media digital 2,66; ketertarikan media visual-interaktif 2,61; pemahaman materi cuaca 2,55; kebutuhan storytelling 2,36. Hasil tersebut mengarah pada kebutuhan pembelajaran digital yang visual, kontekstual, interaktif, sederhana, dan dekat dengan pengalaman peserta didik. Storytelling dapat dipertimbangkan sebagai bentuk penyajian materi, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan pedagogis, bukan semata-mata preferensi peserta didik. Pemetaan kebutuhan ini memberikan dasar empiris bagi tahap pengembangan media pembelajaran digital materi cuaca pada penelitian selanjutnya.




